Tags

, , , , , , , , , ,

Top 10 Indonesian Idol 2010

Jumat (5/6) lalu, Central Park kembali digemparkan penampilan sepuluh besar finalis Indonesian Idol. Mengambil tema Metal versus Dugem, kali ini para finalis didaulat menyanyikan lagu-lagu berirama cepat dan juga cadas. Irama dan dentum musik yang mengajak siapapun berdansa, sukses menggoyang penonton pertunjukan Spekatuler keempat Indonesian Idol tersebut.

J-Rocks, bintang tamu malam itu, menembangkan Meraih Mimpi sebagai pembuka, memanaskan kompetisi yang gemerlap tapi cadas malam Sabtu kemarin. Si Ambon Manise, Igo (16), tampil pertama membawakan lagu metal dari grup band Dewa, Perempuan Paling Cantik di Negeriku Indonesia. Meski Igo telah berusaha keras, para dewan juri yang malam itu diduduki oleh Anang Hermansyah, Agnes Monica, Melly Goeslaw, dan Erwin Gutawa merasa, performanya belum maksimal.

Citra (16) kali ini tampil serba unik. Menyanyikan Hikayat Cintaku, lagu duet Glenn Fredly dengan Dewi Persik, Citra bergaya bak Cleopatra. Iringan Oni ‘n Friends yang bernuansa Timur Tengah plus kehadiran penari latar yang jelita, membuat penampilan Citra kian memesona. Namun, lagi-lagi, juri tidak terlalu suka dengan penampilan Citra yang malam itu berulangtahun ke-17. Agnes hanya mengagumi gaya panggung dan konsep koreografi Citra, tapi untuk vokal, Agnes tidak suka.

Kekecewaan para juri agaknya terobati ketika Rio (22) tampil membawakan lagu Gelora Asmara yang dipopulerkan Derby Romero. Disk Jockey (DJ) wanita rupawan yang mengiringi performa Rio malam itu, menghadirkan dentum-dentum dunia gemerlap yang mengundang siapapun menari. Juri pun terkesima.

“Saya tidak salah menjadikan kamu jagoan saya,” ungkap Melly bilamana mengomentari Rio.

Keyko (20), Ray (24), Fendi (18), dan Tesa (23) kemudian maju usai Rio. Secara berturut-turut mereka menyanyikan 50 Tahun—Warna, Musnah—Andra and The Backbone, Ular Berbisa—Hello, dan Mencintaimu Sampai Mati—Utopia. Dari keempat kontestan tersebut, hanya Keyko yang dinilai baik oleh juri. Performa Ray, Fendi, dan Tesa dalam hemat juri tak begitu spektakuler.

Menanggapi penampilan Ray pada malam Spektakuler 4 kemarin, Anang Hermansyah berkata, “kamu tidak bisa menaklukkan lagu itu, Ray.”

Si Lady Popera asal Jakarta, Diana (24), ditantang membawakan lagu ‘dugem’ milik Cinta Laura, Love is Money. Kendati DJ cantik menemaninya menggelorakan suasana dugem, rupanya Diana tak terlalu mengesankan. Semua juri sepakat, ini bukan penampilan terbaik Diana. Bahkan lebih pedas lagi, Erwin Gutawa berpendapat, ini adalah performa terburuk Diana sepanjang perjalanannya di Indonesian Idol 2010.

Windra (23), finalis asal Padang, melanjutkan malam panjang Jumat lalu membawakan lagu Kehilangan dari Firman Siagian. Erwin menilai, Windra mengkhianati tema Metal Versus Dugem, karena menurutnya lagu itu sangat Melayu, yang berarti pula, Windra banget.

“Ini tidak adil, karena teman-teman kamu sudah bersusah payah menyanyikan lagu-lagu bertempo cepat, sementara kamu memilih lagu yang seperti ini,” ungkap Erwin.

Tak sependapat dengan Erwin, Agnes memandang Windra memilih lagu dengan pintar. Windra mengerti karakter vokalnya dengan baik dan secara stratejik mengambil lagu yang sesuai dengan karakter tersebut.

Malam Spekakuler Show 4 Indonesian Idol lalu ditutup si Wonder Boy asal Yogyakarta, Gilang (18). Lagu Kamu-kamulah Surgaku dari The Rocks yang bernuansa metal ditembangkan sebagai pungkasan. Bukan penutup yang spektakuler. Begitu menurut sudut pandang para juri.

Setelah Gilang, J-Rocks kembali menggelegarkan panggung spektakuler. Pun, J-Rocks diberi kehormatan menutup line voting yang sedari tadi dibuka. Tibalah saat-saat mendebarkan eliminasi.

Secara bergantian kesepuluh finalis dipanggil sang host, Daniel Mananta untuk maju dan mengetahui posisi mereka. Igo, Rio, Keyko, Ray, Tesa, Windra, serta Gilang malam itu berposisi aman. Sementara Citra, Fendi, dan Diana berada di posisi tiga terbawah.

Juri memprediksi Diana yang akan keluar malam hari itu. Namun ternyata Indonesia berkata lain. Fendi Buccu, kontestan asal Makassar pada akhirnya harus hengkang dari panggung spektakuler.

Para dewan juri sempat disodori hak veto untuk menyelamatkan Fendi oleh Daniel. Tapi juri tetap sepihak dengan keputusan voting SMS. Fendi pun harus benar-benar pulang malam hari itu. Selamat tinggal, si Baby Face! (*)