Tags

, , , , , , , , , , ,

[foto: koleksi pribadi]

Suasana kompetisi Indonesian Idol makin memanas. Jumat (28/5) kemarin, kesebelas finalis yang masih bertahan, tampil membawakan lagu-lagu hits teratas Indonesia di Spektakuler Show 3 Indonesian Idol. Citra (16), kontestan belia asal Yogyakarta membuka malam panjang Spektakuler menyanyikan Geregetan, lagu hits yang dipopulerkan Sherina. Si Eksotik Jazzy, begitu julukan yang disematkan pada Citra, malam itu tampil lucu dan memikat perhatian. Anang Hermansyah, Agnes Monica, Melly Goeslaw, dan Erwin Gutawa selaku juri menillai penilaian Citra lucu dan enak didengar.

Fendi (18) maju menyusul Citra. Masih di Sini, Masih Denganmu, top hits Indonesia yang dibawakan Fendi di Spektakuler 3 kemarin ternyata tidak dinilai baik oleh para juri.

“Jika dibandingkan penampilan kamu minggu lalu, penampilanmu yang ini tidak ada apa-apanya,” begitu kata Anang saat mengomentari penampilan Fendi.

Dua finalis wanita, Diana (24) dan Dea (19), selanjutnya berusaha menunjukkan kebolehannya di mata Indonesia. Kedua finalis yang terkenal dengan kekhasan vokalnya ini secara berturut-turut menyanyikan lagu Simfoni yang Indah, yang dipopulerkan kembali oleh Once dan Baru Aku Tahu Cinta Itu Apa, hits kepunyaan Indah Dewi Pertiwi. Keduanya dinilai berpenampilan memukau malam itu oleh juri. Satu hal yang menarik terjadi ketika Erwin Gutawa menanyakan pada Diana siapa pencipta lagu yang dibawakannya malam tersebut. Diana tak dapat menjawab.

Erwin Gutawa berkomentar, “Sebagai penyanyi, kamu harus tahu siapa yang menciptakan lagu yang kamu nyanyikan, apalagi lagu Simfoni yang indah ini tergolong lagu hits legendaris.”

Tiga kontestan pria berikutnya tampil secara berurutan. Gilang (18), Igo (16), dan Ray (24) melanjutkan kemeriahan Spektakuler Show 3 dengan hits Akulah Dia—Drive, Cinta Dua Hati—Afgan, serta Aku Padamu—ST 12. Dalam hemat juri, penampilan Gilang tidak terlalu bagus malam itu. Sementara sebaliknya, performa Igo dan Ray, berhasil mencuri hati juri dan menuai pujian.

Siapa tak tahu tembang hits papan atas yang berjudul Pelan-pelan Saja? Lagu milik Kotak yang aslinya kental akan warna rock, pada malam Spektakuler kemarin, dibawakan Tesa (23), finalis asal Surabaya, dengan nuansa blues dan sedikit sentuhan jazz. Memukau dan mengejutkan. Begitu komentara para dewan juri terhadap performa Tesa. Penampilan Tesa malam itu didukung dengan iringan musik megah dari Oni ‘n Friends, big band yang kini didaulat menjadi pengiring finalis Indonesian Idol 2010.

Rio (22) asal dan Keyko (20) asal Medan lalu menyusul tampil usi Tesa. Menyanyikan Tanya Hati, Rio, menurut Anang jauh lebih baik dari penyanyi asli sekaligus kontributor Indonesian Idol untuk Spektakuler Show 3, Pasto. Berbeda dengan Rio, Keyko yang menyanyikan hits Audy yang berjudul Lama-lama Aku Bosan, tidak begitu baik menurut juri.

“Untuk show off range vocal, memang perlu nada-nada tinggi. Tapi saya jadi capek kalau terus-terusan denger suara melengking. Semuanya tidak perlu selalu di-push, kok,” tutur Agnes manakala berkomentar pada Keyko.

Memungkas malam panjang Spektakuler Show 3 Indonesian Idol Jumat lalu, Windra (23), finalis yang juga bapak satu anak asal Padang, menyanyikan Sahabat Jadi Cinta dari Zigas. Kendati Anang dan Erwin menilai penampilan Windra kaku dan jelek sebagai penutup, Agnes dan Melly masih ingin terus melihat Windra di malam Spektakuler berikutnya.

Usai penampilan dari finalis terakhir, Nidji, bintang tamu Spektakuler Show 3, tampil membawakan dua lagu. Di samping bernyanyi, Nidji pun didaulat menutup line voting Indonesian Idol oleh host Indonesian Idol, Daniel Mananta. Saat-saat eliminasi dimulai.

Diminta prediksi finalis yang harus pulang malam itu, Anang, Agnes, Melly, dan Erwin rata-rata menyebut Gilang dan Fendi yang layak keluar. Sama sekali tak disangka, Indonesia memutuskan lain. Dea, Mojang Rocker dari Bandung, tereliminasi di Spektakuler Show 3. Penampilan Dea yang sangat menonjol dan prima malam itu membuat Agnes Monica kecewa.

Ditemui saat jumpa pers setelah acara berakhir, Agnes mencurahkan kekecewaannya pada pilihan Indonesia.

“Saya sangat sangat sangat kecewa Dea pulang malam hari ini. Semoga di kesempatan berikutnya, Indonesia dapat memilih lebih obyektif.” (*)