Another Holiday: Maaf, Doa, dan Selamat

Tak terasa, hampir tiga bulan aku meminggirkan urusan blogku. Dan selama itu pula aku merasa tidak hidup. Aku tidak bisa mengekspresikan diri dengan leluasa. Untuk menjadi benar-benar aku. Ini bukan tak beralasan. Malah sebaliknya, sangat beralasan! Tugas kuliah dan UAS yang setia mengepungku tiga bulan belakangan telah sukses membuatku mengacuhkan jagad blog.

Sejujurnya, aku sangat rindu ‘rumahku’ ini. Aku pun merindukan ‘para tetanggaku’ dan para pembaca setiaku yang tak bosan membaca atau sekedar mampir ke ruang diskusi dalam ‘rumahku’ ini. Pertama, aku ingin memohon maaf. Di posting sebelumnya, aku berjanji membuat kuis dan menulis review film. Tapi rupanya, hal itu masih tak bisa aku realisasikan sampai sekarang. So sorry for this. Kesibukanku sungguh-sungguh menyita waktuku. Aku tak ingin membuat janji lagi. Hanya, aku berharap, aku bisa memenuhi janjiku sebelumnya. Amin.

Peace and Free (Credit by kalani1980.deviantart.com)

Kedua, aku ingin mengekspresikan kebahagiaanku. Kebahagiaan yang kuperoleh dari bebasnya aku dari monotoni penjara rutinitasku. Libur semester satu bulan ini aku harap bisa menjadi sarana penebusan atas segala keletihan dan keringat, juga waktuku yang selama ini kuluangkan. Semoga, di liburan kali ini aku bisa lebih produktif lagi. Pasalnya, aku berencana mengikuti lomba blog. Untuk itu, aku harus bersiap dari sekarang. Mari kita berkompetisi dan saling dukung nanti, ya, temans!

Ketiga, sekaligus yang terakhir, aku mohon doa dari kalian. Doa agar semester ini berakhir indah dan bisa menjadi awal yang menyenangkan bagi semester yang akan datang. Aku bertanggungjawab pada banyak pihak atas ini. Orangtua dan pihak pemberi beasiswaku, di antaranya. Jadi, mohon terus doakan aku ya, temans. Jangan khawatir, tanpa diminta pun, aku akan selalu mendoakan kalian, kapanpun di manapun.

Last words from me,

HAPPY NEW YEAR 2010

Best Regards,

Gilang Reffi Hernanda

Comments (2) »

Digemparkan Gempa, Warga FISIP UI Heboh

DEPOK – Hampir pukul 15.00 sore (2/9) tadi, suasana Miriam Budiardjo Resource Center (MBRC) yang terletak di Gedung D FISIP UI, Depok, yang awalnya lengang menjadi rusuh. Pengunjung perpustakaan tiga lantai itu lantas berhamburan keluar setelah merasakan lantai perpustakaan itu bergoyang. Mendadak perpustakaan menjadi kosong melompong.

Saya, yang juga merasakan getaran gempa menjelang pukul 15.00 tersebut, awalnya sedang asyik berdiskusi di National Building Center (NBC). Namun, setelahnya, saya langsung memutuskan lari meninggalkan ruangan NBC, yang juga merupakan bagian dari gedung MBRC.

Di luar, para mahasiswa, dosen, dan bahkan dekan berkumpul dengan terus membicarakan gempa. Suasananya riuh diliputi cemas. Semuanya tampak sibuk menelepon dengan raut muka penuh kegelisahan sesaat setelah getaran itu mengguncang FISIP UI.

Kecemasan yang ditimbulkan gempa, yang dilansir beberapa situs berita online berepisentrum di barat daya Tasikmalaya itu, juga sukses membuat sejumlah kelas yang sedang berlangsung saat itu dibatalkan.

Mansyur, seorang mahasiswa Sosiologi FISIP UI 2006, menuturkan, karena dosen resah dan takut bilamana terjadi gempa susulan, maka kelas yang seharusnya berakhir pukul 16.30 sontak dihentikan.

Di samping itu, Kamal, mahasiswa jurusan Administrasi angkatan 2008 yang berasal dari Tasikmalaya, tampak cemas ketika dia kembali gagal dan gagal lagi menghubungi keluarganya di sana.

“Saya takut mama saya kenapa-napa,” akunya sambil terus bermurung muka.

Kini, situs-situs berita online masih terus meng-update efek yang ditimbulkan gempa, mulai dari kerusakan sampai korban jiwa.

Mari kita sama-sama doakan supaya semua saudara kita selamat dari ‘ujian kecil’ dari Tuhan ini. Amin.

Leave a comment »

Holiday is Watching Movies Time (Wait and See)

Mammamia lezatos, teman-teman!

Pertama, aku ingin mengucapkan selamat berlibur bagi yang menunaikannya. Nikmati sebisa mungkin liburan kalian, seberapapun lamanya. Mengapa? karena ketika kalian kembali ke rutinitas yang membekap kalian dalam monotoni kehidupan, setidaknya kalian sudah pernah menghirup udara bebas yang memberikan energi baru. Jadi, tidak ada yang perlu kalian sesalkan di belakang.

Nah, kebetulan, tiga bulan ini, tepatnya dari awal Juni hingga akhir Agustus, aku libur kuliah. Dan seperti yang aku sarankan di atas, aku ingin menikmati liburanku sampai puas. Untuk kesempatan liburan ini, aku memilih membaca beberapa buku (tapi mungkin tidak akan kutuntaskan) dan menonton beberapa judul film.

movies

Supaya manfaat yang aku dapat tidak hanya aku simpan sendiri, maka aku putuskan membuat review untuk setiap judul film (juga mungkin beberapa judul buku) yang aku tonton (dan aku baca). Aku harap, semoga review yang akan aku post nanti bisa menjadi bahan pertimbangan bagi kalian untuk menonton. Tapi, aku bukan menonton film-film anyar yang sedang tayang di bioskop, ya. Yang aku tonton ialah CD-CD yang aku beli dan sewa. Judul-judulnya antara lain, Sixty Six, Baby Mama, The Unborn, Yes Man, Confessions of a Shopaholic, dan ada beberapa lagi yang masih menanti aku tonton.

Tunggu saja ya teman-teman!

Di setiap review, aku kemungkinan juga akan menyertakan penawaran menarik, seperti pembelian CD Original dengan harga super miring. Atau, kalau tidak begitu, aku akan berikan kuis yang bisa kalian ikuti, untuk mendapatkan CD film yang kureview secara GRATIS!

Tertarik? sekali lagi aku tekankan, tunggu saja! tetap stay di sini…

Selain itu, aku juga ingin mengabarkan, sekarang aku sedang berada di kampung halaman tercintaku, Gresik, Jawa Timur. Sudah hampir seminggu di sini, dan aku sangat senang! he-he-he. Namun, di sisi lain, aku juga sedih. FYI, di Gresik minim koneksi hot spot, sedangkan jarak rumahku ke warnet juga lumayan. Karena alasan itulah, kemungkinan besar, selama dua bulan ini, aku tidak bisa sesering biasanya menyapa kalian, para pembaca setiaku.

Tapi, aku tidak akan meninggalkan kalian begitu saja. Aku akan tetap menemani kalian dengan tulisan-tulisanku. I will share wwhat I think I should share. Gampangnya, I will keep sharing. Karena apa?

Because I Love You All, Guys

Terima kasih atas kunjungan dan kepercayaan kalian.

Best Regards,

Gilang Reffi Hernanda

Comments (7) »

Waspadai Sayuran Hijau!

Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih ingat.

Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.

nasi padang

[Photo Credit: p2kafe.wordpress.com]

Bleng atau Borax

Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal e sama dengan yang ada pada kata ‘redup’ atau ‘empuk’).

Bleng alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer  utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang.

“Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,” aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.

Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.

Bahayanya?

Bleng atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun.

“Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.

Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression, erythematous, juga gagal ginjal.

Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!

Tak hanya masakan Padang

Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan Padang. Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.

“Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.” Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta.

Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.

Selamatkan kami yang tidak tahu!

Berdasarkan informasi yang aku dapat dari beberapa teman pembaca blog juga teman diskusi di kampus, ternyata kewenangan untuk mengawasi pangan ini ternyata dipegang oleh Dinas Kesehatan Daerah. Mengetahui hal tersebut, kita patut mempertanyakan bagaimana kinerja DinKes selama ini. Pasalnya, kita tahu, proksimitas DinKes dengan kita, tidak jauh, bahkan sebaliknya, sangat dekat.

Seharusnya, sosialisasi terhadap masyarakat lebih digencarkan kembali. Sebab, sebagaimana kita ketahui bersama, tidak semua orang mengetahui mengenai hal ini. DinKes bisa menggandeng media maupun mengajak masyarakat secara langsung agar informasi dapat tersalurkan dengan baik.

Di luar itu, Ilyani juga menyatakan, Borax dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan makanan di Indonesia.

Sebagai penutup, aku ingin sampaikan, kita semua harus tetap berhati-hati akan peredaran makanan berborax maupun makanan berbahaya lainnya. Menjadi awas, saling bertukar informasi, dan saling mengingatkan satu sama lain melalui media apapun merupakan bentuk paling kecil kita untuk memproteksi diri kita juga masyarakat Indonesia yang lainnya.

Comments (71) »

Short Post: Launching Page Galeria

Wah, setelah lama menunggu, akhirnya, hari ini aku putuskan untuk ‘menyentuh’ page blogku yang kuberi nama ‘Galeria’. Di page tersebut, teman-teman bisa melihat beberapa foto yang kubuat dan kuedit. Nikmati saja.

galeria

Nah, yang menarik di sana, setelah teman-teman puas melihat galeri foto koleksiku, bila teman-teman tertarik minta di edit fotonya, bisa juga! Caranya gimana? Lihat saja di page ‘Galeria’ nya.

Pokoknya, I’ll serve you as best as I can!

Regards,

Gilang Reffi Hernanda

Comments (4) »